Wajib Tahu! Fakta Minyak Goreng Yang Perlu Mama Tahu

Mama pasti sering menggunakan minyak goreng untuk memasak. Tapi tahukah Mama apa sih sebenarnya minyak goreng itu? Minyak Goreng adalah cairan yang biasa digunakan untuk menggoreng atau bisa juga digunakan sebagai kebutuhan lainnya.

 

Minyak goreng umumnya berasal dari pohon kelapa sawit. Buah kelapa sawit segar kemudian diolah untuk memisahkan antara bagian daging dan bijinya. Selanjutnya bagian buah akan diproses untuk dijadikan minyak. Ciri warna dari minyak goreng yang biasanya ada di pasaran adalah putih kekuningan hingga kuning keruh.

 

Selain informasi tentang minyak goreng di atas, ada beberapa fakta lain terkait minyak yang Mama perlu ketahui. Yuk, simak apa saja.

 

• Semua minyak nabati yang beredar di pasaran dan belum pernah digunakan untuk memasak adalah minyak non-kolesterol. Kolesterol pada minyak terjadi karena adanya proses pemanasan dan pemakaian minyak yang berulang-ulang.

 

• Salad oil, contohnya extra virgin olive oil, tidak ditujukan untuk menggoreng. Alasannya adalah karena salad oil memiliki titik asap yang rendah yang kurang dari 215° C, dan akan beroksidasi. Itulah yang membuat bau tengik pada makanan saat salad oil digunakan untuk menggoreng.

 

• Kualitas minyak dapat ditentukan dari tingkat asapnya. Makin tinggi suhu terbentuknya asap, maka makin aman minyak tersebut untuk digunakan. Kualitas minyak akan menurun saat sudah digunakan berulang kali, karena setiap mengalami pemanasan, tingkat titik asap minyak akan menurun.

 

• Minyak dengan asam lemak jenuh baik digunakan untuk menggoreng atau digunakan pada teknik memasak dengan panas yang tinggi. Karena, minyak dengan asam lemak jenuh mempunyai sifat yang stabil dan tidak mudah teroksidasi yang mengakibatkan aroma tengik pada makanan.

 

• Penggumpalan atau kristalisasi pada minyak terjadi karena suhu ruangan yang rendah, namun tidak berarti bahwa minyak ini tidak baik untuk digunakan. Penggumpalan yang terjadi pada minyak dikarenakan karena tidak adanya proses penyaringan saat pembuatannya. Penggumpalan ini biasanya ditandai dengan tekstur minyak yang terlihat cloudy atau berawan.

 

• Agar kualitas minyak tetap terjaga, suhu penggorengan tentunya juga harus diperhatikan, pastikan untuk tidak menggunakan minyak lebih dari 190° C agar tidak terjadi oksidasi yang membuat makanan cepat hangus.

 

• Perhatikan juga suhu saat menggoreng karena panas dapat memudahkan terjadinya pembentukan asam lemak trans. Asam lemak ini dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol (LDL) dalam pembuluh darah dan juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

 

• Minyak dengan kandungan omega 9 (asam oleat) tidak hanya bisa menurunkan kolesterol LDL, namun juga baik untuk menggoreng. Hal itu dikarenakan omega 9 yang merupakan salah satu asam lemak tidak jenuh tahan terhadap panas.

 

• Hindari menggoreng dengan menggunakan wajan yang terbuat dari besi atau tembaga karena proses oksidasi yang terjadi antara minyak dan besi atau tembaga akan menyebabkan bau tengik pada masakan. Karena itu, sebaiknya gunakan penggorengan dari stainless steel yang lebih baik.

 

• Minyak yang belum dibuka dan disimpan di tempat yang kering dan sejuk bisa bertahan hingga dua tahun lamanya. Tetapi setelah kemasan minyak dibuka, minyak sebaiknya digunakan dalam jangka waktu dua sampai tiga bulan.


Nah, setelah membaca fakta-fakta di atas, Mama pasti jadi lebih paham mengenai bermacam minyak dan informasi mengenainya. Sekarang Mama bisa lebih jeli lagi untuk memilih minyak goreng yang akan digunakan untuk memasak hidangan istimewa bagi keluarga di rumah. Jangan lupa untuk selalu menggunakan Minyak Goreng Filma yang terbuat dari buah sawit segar pilihan dan diproses kurang dari 24 jam untuk menghasilkan minyak goreng terbaik untuk Mama dan keluarga.



Published at 2020-04-30 00:00:00

Meta title : Wajib Tahu! Fakta Minyak Goreng Yang Perlu Mama Tahu

Meta description : Mama pasti sering menggunakan minyak goreng untuk memasak. Tapi tahukah Mama apa sih sebenarnya minyak goreng itu?

Related :